Kamis, 22 Januari 2009

BANJIR ANCAMAN ATAU PELUANG BAGI PEJABAT


Kondisi lingkungan kita saat ini sangat tidak menentu khusunya masalah banjir, air seharusnya menjadi teman dan sahabat manusia serta seluruh mahluk hidup yang ada, manuisa tanpa air tentu akan mengalami kematian, begitu juga tanaman.tidak mungkin akan dapat berbuah dan berdaun lebat apa bila kekurangan air. Namun pada kenyataannya jumlah air yang berlebih tanpa kendali bahkan menjadi bencana. Ada anekdor mengatakan bahwa orang jakarta dan bahkan sebagian Kalimatan tengah adalah masyarakat yang kaya raya karena semua rumah punya kolam renang pribadi sampai kekamar tidur ada kolam renang. Pada kenyataanya yang terjadi adalah air yang melimpah ruah masuk kedalam rumah serta kamar tiap penduduk, apakah posisinya dibantaran sungai atau yang jauh dari bantaran sungai.
Entah karena lingkungan sudah tidak bersahat lagi dengan manusia sehingga hanya karena hujan deras tanpa henti beberapa jam saja beberapa sisi kota Jakarta bisa mejadi kolam kolam raksasa. Yang unik bahkan memprihatinkan istana negara yang merupakan lambang supermasi negara Indionesia bisa kena banjir. Sungguh suatu yang keliahatannya sepela namun sangat memalukan.
Krisi banjir ternyata bukan saja akan membuka mata kita, krisi akibat banjir bukan saya menghanyutkan harta benda namun juga membawa luka dan duka yang menusuk dalam hati.
Bagi Pejabat pemerintah krisi ini menciptakan masalah, seperti penanganan korban banjir tersebut, serta pembangunan sarana inprastrukutr pengganti yang rusak akibat banjir.
Namun sebagai mahluk yang percaya akan Tuhan yang maha esa tertu percaya bahwa dibalik musibah terdapat hikmah dari bencana tersebut. Sebenarnya dibalik musibah tersebut kesempatan bagi pejabat pemerintah untuk dapat membuktikan komitmen mereka akan kepedulian pada rakyatnya yang menderita, dan kemampuan mereka melihat serta mengatasi masalah yang ada agar tidak terulang kembali karena banjir dan bencana yang ada, pasti bisa bukan menjadi bencana apa bila pejabat yang memiliki kewenangan teknis dapat mengelola situasi itu dengan baik dan terkordinasi antar instansi.
Moga banjir bukan menjadi salah satu warisan kita untuk anak cucu kita nanti.

Minggu, 18 Januari 2009



foto-foto


Sedikit Daftar Kekayaan Kalimantan Tengah :
- Masyarakat Dayak sebagai warga lokal didukung oleh suku-suku lain
- Budaya lokal yang unik
- Potensi alam yang luar biasa

Kenapa harus nanti untuk menjadi Kaya ,kalau sekarang bisa.
Bangun Kalimatan Tengah dengan Potensi yang ada

Membangun Kota dari Desa

pembangunan daerah saat ini sangat bebeda polanya dengan pembangunan beberapa tahun yang lalu, pembangunan saat ini inisiatif awalnya bukan dari atas atau pemerintah puasat tapi berasal dari struktur pemerintah pada level terendah yaitu desa.
Desa menjadi acuan pembangunan saat ini, penentu kebijakan akan memperhatikan potensi dan usulan desa sesuai dengan visi misi kepala daearah.
Posisi kepala daerah saat ini sangat strategis karena dari tangan merekalah kebijakan pembangunan desa dapat terlaksana.
secara fisik saatnya para kepala desa khususnya di kalimatan tengah untuk menyiapkan batas serta tata bentuk desa master plan desa harus jelas. Desain jalan dan bangunan pendukung di desa direncanakan saat ini. Ketika kondisi masih memungkinkan untuk dilakukan penataan.

Minggu, 11 Mei 2008

SUNGAI DI KALIMANTAN TENGAH

Potensi Besar kalimantan Tengah
Kalimantang Tengah Merupakan sebuah propinsi yang unik yang penuh dengan sumber daya alam yang melimpah salah satunya sungai.
Sungai sungai yang ada di kalimantan tengah menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar. Pada dasarnya apa bila sungai yang ada dapat dikelola dengan baik maka akan menjadi mesin penggerak roda perekonomian yang handal bagi penduduk kalimantan tangah.
Sungai yang ada di kalimantan tengah idealnya dapat dibagi menjadi tiga bagian utama :
1. Hulu ( Daerah Hutan lindung dan konservasi)
2. Pertengahan ( Daerah Pengembangan perkebunan, pertanian, perikanan)
3. Hilir ( Daerah Industri dan pelabuhan laut )

Dengan membagi sungai dalam tiga bagian, maka pengelolaan sungai haruslah terpadu, sungai tidak dapat dibagi berdasar wilayah administrasi pemerintahan, namun dibagi berdasarkan DAS (Daerah Aliran Sungai) dan menjadi satu kesatuan mulai dari hulu sampai hilir serta dikelola oleh satu otorita yang mengakomodasi kepentingan wilayah-wilayah administasi pemerintahan yang dilalui oleh DASi.

Pengelolaan sungai yang tidak tepat akan menjadi bumerang bagi warga masyarakat dan pemerintah daerah. Pengelolaan sungai harus memperhatikan kaidah-kaidah keseimbangan alam. Kepentingan ekonomi dasatu sisi akan mengorbankan lingkungan.
Secara alami sungai dapat memperbaiki kerusakan yang ada di DAS , namun itu perlu proses serta waktu yang lama , mengatur serta melestarikan sungai merupakan salah satu cara mempercepat perbaikan lingkungan sungai.

Sungai bagaikan pisau bermata dua , apa bila dikelola dengan baik maka akan menjadi modal pembangunan daerah. baik dari sumber daya alam yang ada didalam maupun yang ada diatas serta sepanjang sungai berupa lingkungan serta pemandangan yang asri.maupun menjadi sarana transportasi masal yang mampu mengakomodasi barang dan jasa.